Post Categories

Jumat, 06 Januari 2012

Tips Mendapatkan Anak Laki-Laki

Bagaimana agar Anda memiliki anak laki-laki? Caranya mudah, meskipun tentu saja tidak memberikan jaminan 100%. Berikut adalah kiatnya:
Lakukan hubungan seks dengan pasangan Anda 24 jam sebelum ovulasi (pelepasan sel telur) dan maksimum 12 jam setelahnya. Jangan lakukan di luar periode itu.
Mengapa demikian?
Sperma berisi gen laki-laki (sperma Y) berenang lebih gesit daripada sperma berisi gen perempuan (sperma X), karena sperma Y membawa materi gen yang lebih sedikit. Bila keduanya “diadu” maka sperma Y akan mencapai sel telur lebih cepat. Namun, usia sperma Y hanya tiga hari, sedangkan sperma X lima hari. Usia sel telur hanya 12-24 jam. Bila hubungan dilakukan lebih dari 2 hari sebelum ovulasi, kemungkinan yang masih hidup di rahim tinggal sperma X. Bila hubungan dilakukan 12 jam setelah ovulasi, makan kemungkinan sel telur sudah mati.
Kiatnya memang mudah, namun tidak semudah itu dalam pelaksanaannya karena kesulitan untuk menentukan tanggal ovulasi.
Bagaimana menentukan saat ovulasi?
Bila Anda memiliki siklus menstruasi teratur, waktunya lebih mudah ditentukan. Masa subur Anda kurang lebih 14 hari setelah hari pertama menstruasi, dengan siklus haid Anda 28 hari. Pada masa subur tersebut akan terdapat satu hari di mana sel telur dilepaskan dari indung telurnya (ovulasi). Untuk memastikan apakah ovulasi sedang terjadi, berikut adalah tanda-tandanya:
  • Sebelum ovulasi, ada cairan mulut rahim (servical mucus) yang elastis dan bening seperti putih telur.
  • Pada saat ovulasi, temperatur badan Anda saat bangun pagi (basal body temperature) meningkat. Hal ini karena adanya peningkatan hormon progesteron yang mengiringi pelepasan telur.
  • Sakit perut. Satu dari lima wanita mengalami sakit di perut pada bagian bawah perut sebelah kanan pada saat ovulasi. Tingkat rasa sakitnya bervariasi dari hanya ringan sampai seperti ditusuk-tusuk dan berlangsung dari beberapa menit sampai beberapa jam.
Cara yang paling akurat untuk mengetahui ovulasi adalah dengan menggunakan alat tes ovulasi, yang menganalisis sampel urin guna mendeteksi adanya kenaikan hormon lutein yang khas pada saat ovulasi.
Makanan yang meningkatkan peluang Anda
Agar mendukung aktivitas sperma Y, calon ibu sebaiknya mengkonsumsi makanan tinggi natrium dan potasium serta mengurangi kalsium dan magnesium. Makanan tinggi natrium akan menciptakan lingkungan basa yang cocok bagi sperma Y. Makanan bernatrium dan potasium tinggi antara lain kedelai, pisang dan tomat. Makanan kaya kalsium dan magnesium yang perlu dihindari antara lain brokoli, bayam, dan kerang-kerangan.

http://3.bp.blogspot.com/-tNljCCRK89U/TdHk-QJeT9I/AAAAAAAAAdw/if9JcLkZzrc/s1600/cara%2Bmembuat%2Banak.JPG


Untuk mendapatkan anak yang sesuai dengan keinginan kita bukan hal yang sulit lagi. Manusia hanya bisa berusaha dan sedangkan penentunya yaitu Tuhan yang maha esa. Untuk itu, ada beberapa usaha yang dapat kita tempuh agar bisa menentukan anak yang akan lahir tersebut. Terkadang banyak orang yang pasrah dan menunggu hasilnya nantinya. Tapi bagi anda yang mempunyai keinginan memiliki anak pria, mungkin beberapa tips berikut dapat anda gunakan.
Cara menggunakan masa subur sangat sulit sekali dan angka keberhasilnya jarang, apalagi cara membedakan apakah hari ini termasuk 1 hari sebelum masa subur, masa subur ataukah akhir dari masa subur sangat sulit, karena wanita 85% siklus haidnya tidak tepat persis, misal bulan ini 28 hari, bulan besok bisa 29 hari, sehingga penentuan masa subur bisa salah, kesalahan 1 hari saja menyebabkan perhitungan salah semua.
Cara menghitung masa ovulasi atau puncak masa subur seorang wanita:
  • Diketahui tanggal awal masa bersihnya seorang perempuan setiap bulan, misalnya setiap tanggal 05.
  • Diketahui tanggal akhir masa bersihnya seorang perempuan setiap bulan, misalnya setiap tanggal 27.
  • Rumus: ((tanggal setiap bulannya) – (tanggal setiap bulannya))/2 = n;
  • kemudian n + tanggal awal masa bersih dari seorang perempuan = masa ovulasi atau puncak masa suburnya seorang perempuan
Penerapan:
(27 – 05)/2 = 11; 05 + 11 = 16 – setiap hari ke 16 dari sejak awal bersihnya seorang perempuan adalah puncak masa subur dari seorang perempuan atau masa ovulasi.
Ciri-ciri spermatozoa:
Androsperma, membawa gen Y:
- Bergerak lebih lambat.
- Lebih mampu bertahan hidup lebih lama (berumur rata-rata kira-kira 2 sampai 3 hari).
- Lebih tahan dalam ‘suasana’ asam.
- Tidak tahan dalam ‘suasana’ basa.
- Memiliki Berat Jenis (BJ) lebih ringan.
Gynosperma, membawa gen X:
- Bergerak lebih gesit.
- Hidup lebih singkat (berumur rata-rata kira-kira hanya 1 hari saja)
- Tidak tahan dalam ‘suasana’ asam.
- Lebih tahan dalam ‘suasana’ basa.
- Memiliki Berat Jenis (BJ) lebih berat.
Jika Anda adalah pasangan yang ingin menginginkan bayi laki-laki, ada tips-tips dari hasil sebuah penelitian yang bisa Anda lakukan. Pertama, sebaiknya Anda melakukan hubungan pada saat atau sehari sebelum ovulasi. Ovulasi adalah saat terlepasnya sel telur dari indung telur dalam rahim perempuan.
Cara berikutnya adalah membasahi bagian V dengan satu liter air yang terlebih dahulu telah dicampur dengan 2 (dua) sendok soda kue. Selain itu mengkonsumsi seafood dan daging juga sangat membantu dalam proses ini. Dan yang paling penting dari rangkaian usaha di atas adalah, sang suami harus mengeluarkan sperma sedekat mungkin dengan mulut rahim. Hal ini diharapkan mempercepat Gynosperma melakukan perjalanannya membuahi sel telur.




http://www.anneahira.com/images/article/nama-anak-laki-laki.jpg


Meskipun berulang kali disebutkan bahwa anak laki ataupun perempuan itu sama saja, dalam artian sama derajatnya di depan Yang Maha Kuasa, namun tak bisa dipungkiri bahwa ternyata pada prakteknya keinginan orang tua untuk mendapatkan anak dengan jenis kelamin tertentu sangatlah banyak ditemui. Terutama keinginan untuk mendapat anak laki, nyang dianggap sebagai penerus keturunan.

Tak ada satu keteranganpun nyang menyebutkan bahwa lelaki lebih mulia karena kelelakiannya. Ataupun juga sebaliknya, tak ada satu hujjahpun yang menjelaskan bahwa perempauan itu melebihi lelaki karena perempuannya. Baik laki-laki maupun perempuan memiliki kelebihan dan kekurangan nyang memang dari pabrikannya sono di desain semacam itu. Bahkan jelas-jelas disebut bahwa, "Tidaklah laki-laki itu seperti wanita" .......... tentu saja ini dalam hal desain penciptaan, bukan dalam hal derajatnya di sisi Gusti Allah. Bahkan perbedaan desain penciptaan ini sudah dimulai sejak calon manusia itu mingsih berwujud sperma yang klugat-kluget kayak kecebong itu.

Sperma nyang nantinya menjadi calon anak laki-laki disebut sebagai sperma Y. Sperma Y ini memiliki sipat ukurannya kecil, cepet mati, umurnya pendek, namun larinya sipat kuping.... kuenceng..!! Beda dengan sperma X, nyang merupakan cikal bakal anak perempuan, ukurannya lebih besar, panjang umur, tapi larinya kayak penderita asma balapan karung, .... lambretta bin lambat. Sperma Y ini cocok hidup di suasana basa, cepet mati kalo berada dalam suasana asam.

Jadi kalo kepingin punya anak laki-laki, seyogyanya si ibu mengkonsumsi makanan nyang bersipat basa, dalam hal ini nyang banyak mengandung kalium dan natrium. Makanan tersebut banyak terdapat pada ikan, teh, kopi, garam dan buah-buahan. Sampai-sampai ada nyang menyarankan, selepas bersenggama, Mrs. V harus dibilas dengan larutan bikarbonat (soda) karena akan mematikan sperma X dan memberi kesempatan hidup pada sperma Y.

Mengingat sperma Y nyang cepet mati namun kecepatan larinya mantabh, maka seyogyanya hubungan seksual dilakukan di saat yang tepat, yakni saat si ibu bertelor atau nyang biasa disebut ovulasi atau 2 sampai 3 hari sebelum ovulasi. Ovulasi biasanya terjadi 14 hari sebelum masa menstruasi berikutnya. Ditandai dengan adanya cairan mulut rahim (servical mucus) yang elastis dan bening seperti putih telur, serta temperatur badan si ibu saat bangun pagi (basal body temperature) meningkat.

Jadi begitu sperma diluncurkan, bisa segera ketemu dengan telornya simbok, karena sperma Y menang balapan mlayu dengan sperma X. Tapi kalo sperma Y keburu dilaunching sementara telor simboknya belum ada, maka nyang terjadi adalah sperma Y dan sperma X menunggu dengan sabar di ruang tunggu, untuk menjemput telornya simbok. Lha kalo mingsih lama si telor itu muncul, sperma Y keburu koit duluan, akhirnya sperma X yang menang.

Posisi senggama juga membantu kemungkinan mendapat anak laki. Jurus nyang dianjurkan bukan lah jurus kunyuk melempar buah, tapi jurus doggy style. Posisi ini memungkinkan keluarnya sperma lebih dekat ke Mrs. V, rahim dan saluran telur. Sehingga sperma Y lebih berjaya dalam balapan mlayunya.Lalu usahakan sang simbok orgasme duluan sebelum sang bapak. Karena di saat orgasme, sang simbok menghasilkan cairan basa nyang membuat hidup sperma Y lebih hidup.

Nah itu beberapa tips seputar tata cara agar mendapatkan anak laki-laki. Tapi itu cuma usaha dhohir nyang bisa ditempuh, hasilnya ya terima jadi saja. Dikasih anak laki ya bersyukur, dikasih anak perempuan ya bersyukur. Bahkan belum dikasih anak pun ya tetep wajib bersyukur.


Sextionary :

1. Balapan mlayu = lomba lari.
2. Koit = mati.


http://3.bp.blogspot.com/_9Y8n7nEicOo/TUk8J1hHQqI/AAAAAAAAADo/_D0GBwEzJs8/s1600/keluarga-bahagia.jpg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar